Senin, 19 April 2010

Jimat Kalimasada

PETRUK ………….adalah anak Gandarwa (sebangsa jin), menjadi anak angkat kedua Semar setelah Gareng.Nama lain Petruk adalah Kanthong Bolong, artinya suka berdema. Doblajaya, artinya pintar. Diantara saudaranya (Gareng dan Bagong) Petruklah yang paling pandai dan pintar bicara.
Petruk tinggal di Pecuk Pecukilan. Ia mempunyai satu anak yaitu Bambang Lengkung Kusuma (seorang yang tampan) istrinya bernama Dewi Undanawati. Sebagai punakawan Petruk selalu menghibur tuannya ketika dalam kesusahaan menerima cobaan, mengingatkan ketika lupa, membela ketika teraniaya. Intinya bisa momong, momot, momor,mursid dan murakabi.

Sabtu, 17 April 2010

Wayang

UNESCO pada tanggal 7 November 2003 telah mengumumkan bahwa Wayang Kulit sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity
WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.

Punakawan

Istilah punakawan berasal dari kata pana yang bermakna “paham”, dan kawan yang bermakna “teman”. Maksudnya ialah, para panakawan tidak hanya sekadar abdi atau pengikut biasa, namun mereka juga memahami apa yang sedang menimpa majikan mereka. Bahkan seringkali mereka bertindak sebagai penasihat majikan mereka tersebut.

Hal yang paling khas dari keberadaan panakawan adalah sebagai kelompok penebar humor di tengah-tengah jalinan cerita. Tingkah laku dan ucapan mereka hampir selalu mengundang tawa penonton. Selain sebagai penghibur dan penasihat, adakalanya mereka juga bertindak sebagai penolong majikan mereka di kala menderita kesulitan. Misalnya, Sewaktu Bimasena kewalahan menghadapi Sangkuni dalam perang Baratayuda, Semar muncul memberi tahu titik kelemahan Sangkuni.

PandawaLima


Pandawa


Pandawa adalah sebuah kata dari bahasa Sanskerta (Dewanagari: पाण्डव; dieja Pāṇḍava), yang secara harfiah berarti anak "Pāṇḍu" (Pandu),  yaitu salah satu Raja Hastinapura dalam wiracarita Mahabharata.  Dengan demikian, maka Pandawa merupakan putra mahkota kerajaan  tersebut. Dalam wiracarita Mahabharata,  para Pandawa adalah protagonis sedangkan antagonis  adalah para Korawa, yaitu putera Dretarastra,  saudara ayah mereka (Pandu). Menurut susastra Hindu (Mahabharata),  setiap anggota Pandawa merupakan penjelmaan (penitisan) dari Dewa tertentu, dan setiap anggota Pandawa memiliki nama  lain tertentu. Misalkan nama "Werkodara" arti harfiahnya adalah "perut serigala". Kelima Pandawa menikah dengan Dropadi  yang diperebutkan dalam sebuah sayembara di Kerajaan Panchala, dan memiliki  (masing-masing) seorang putera darinya.
Para Pandawa merupakan tokoh penting dalam bagian penting dalam  wiracarita Mahabharata, yaitu pertempuran besar di daratan Kurukshetra  antara para Pandawa dengan para Korawa  serta sekutu-sekutu mereka. Kisah tersebut menjadi kisah penting dalam  wiracarita Mahabharata, selain kisah Pandawa dan Korawa main dadu.